Masalah seputar Disk yang Terconvert ke Dynamic/LDM dan Cara Mengatasinya

Diskpart merupakan software bawaan windows yang cukup ampuh untuk mengatur-atur partisi penyimpanan yang kita gunakan, seperti harddisk (hdd) atau solid state drive (ssd). Namun ketika saya mengalami masalah disk yang ter-convert ke dynamic/LDM, diskpart tidak bisa mengatasinya. Setelah mencoba beberapa aplikasi seperti aomei partition assisstant, dynamic disk converter, easeus partition master, dan disk genius, hanya disk geniuslah yang bisa mengatasi permasalahan saya.

Nah, kali ini saya akan membagikan tutorial tentang mengubah kembali disk yang ter-convert ke dynamic dan partisi yang berubah menjadi LDM dengan Disk Genius. Oleh karena itu, download dan instal Disk Genius terlebih dahulu, lalu simak langkahnya di bawah!

Tutorial Convert Disk Dynamic ke Basic dan Mengubah Partisi LDM ke NTFS dengan Disk Genius

Cara Mengubah Partisi LDM ke NTFS

1. Buka Disk Genius.

2. Pada sidebar, klik kanan pada partisi yang berubah menjadi LDM.

3. Klik Modify Partition Parameters.

4. Ubah File Systems menjadi NTFS lalu klik OK.

5. Klik Save All (pada pojok kiri atas), akan ada peringatan bahwasanya merubah partisi dapat menjadikan disk rusak/tidak terbaca, dan sebagainya. Jika kamu yakin, klik OK/Continue lalu restart PC kamu. Setelah itu, partisi akan terbaca kembali oleh sistem operasi namun minta diformat. Selain itu, file sistem-nya bukan berubah menjadi NTFS, tapi MS Basic Data sehingga masih tidak bisa diakses file-file di dalamnya.

Sebelum kamu mem-formatnya, lakukan langkah di bawah ini.

Cara Convert Disk dari Dynamic ke Basic

1. Buka Disk Genius

2. Jika ada satu partisi pada disk berubah menjadi dynamic, maka partisi tersebut masih bisa diakses via sidebar di bawah tab Dynamic (perhatikan gambar).

3. Amankan data kamu sepenuhnya. Silahkan salin ke drive lain yang bisa diakses (cth: flashdisk).

4. Format disk dynamic tersebut. Caranya klik kanan pada disk yang berubah menjadi LDM tadi, lalu klik Format Current Partition. Akan ada peringatan bahwa struktur disk dynamic bisa rusak. Klik Continue.

5. File Systems pilih NTFS dan Cluster Size pilih default (4096). Selanjutnya klik Format. Akan ada peringatan bahwasanya jika partisi diformat, maka seluruh file termasuk sistem operasi di dalamnya akan hilang. Klik Yes.

6. Format berhasil dan partisi akan bisa diakses oleh kamu. Silahkan salin ulang data yang kamu punya ke disk tersebut.

Kronologi (opsional, boleh dibaca untuk berbagi pengalaman):

Beberapa waktu yang lalu, saya memasang ssd dan memindahkan sistem operasi windows ke sana. Oleh karena itu, dua partisi di harddisk akan saya jadikan satu partisi saja. Dua partisi itu adalah partisi bekas file sistem windows (label :C) dan partisi dimana saya menyimpan file-file kerja (label :D). Namun, ternyata partisi di harddisk saya tidak hanya ada dua. Ada sampai lima cabang dengan size yang besar dan kecil. Anehnya, partisi-partisi tersebut tidak bisa di-delete melalui diskpart, sehingga saya menggunakan gparted untuk menyatukan semua partisi di harddisk saya tersebut.

FYI: GParted merupakan aplikasi bawaan di bootable usb ubuntu, yang kinerjanya sama seperti diskpart. gparted juga bisa dijalankan secara langsung dengan membuat bootable usb dari iso gparted sendiri.

Setelah men-set bios agar boot dari live usb gparted, saya menjalankan gparted dan melihat beberapa partisi di harddisk dengan bermacam-macam size. Anehnya lagi, partisi label :D, dimana saya menyimpan file kerja saya berubah menjadi partisi LDM. Awalnya saya menghiraukan hal tersebut dan menghapus semua partisi di harddisk kecuali partisi label :D. Partisi-partisi tersebut berhasil dihapus dan menjadi unallocated, sehingga hanya tersisa dua partisi pada harddisk, yaitu unallocated dan partisi label :D. Saya-pun mencoba untuk meng-extend partisi label :D dengan mengambil partisi unallocated tersebut, namun ternyata gagal terus menerus. Saya-pun berpikir untuk mencoba menyatukan kedua partisi tersebut melalui diskpart, namun ternyata saya tidak bisa booting ke os windows yang ter-instal di ssd.

Sepertinya file booting os windows tersimpan di harddisk dan itu terhapus. Padahal saya menginstal os tersebut di ssd. Akhirnya saya membuat bootable usb windows dan menginstal ulang laptop saya. Setelah os windows ter-instal ulang dan dapat dijalankan kembali, saya cek ternyata harddisk menjadi tidak terbaca. Saya-pun membuka diskpart dan ternyata harddisk saya ter-convert ke dynamic dan statusnya menjadi invalid. Setelah mencoba beberapa aplikasi, masalah saya ini akhirnya terselesaikan dengan memakai software DiskGenius. Label :D yang tadinya ter-konvert ke dynamic bisa saya re-convert ke basic, dan dijadikan NTFS lagi tanpa kehilangan data, tanpa perlu format dilakukan.

Semoga nantinya saya dapat lebih berhati-hati dan semoga teman-teman yang mengalami masalah serupa bisa mengatasinya. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Blogger Enthusiast | Suka menulis sejak tahun 2017

Posting Komentar

Perhatikan tulisanmu sob, jejak digital itu mengerikan!
© @ezfileid. All rights reserved. Developed by Jago Desain